Kolombia Hukum Para Personel Militer Terkait Pembunuhan Warga Sipil

15 - Kolombia Hukum Para Personel Militer Terkait Pembunuhan Warga Sipil

Kolombia Hukum Para Personel Militer Terkait Pembunuhan Warga Sipil

Kolombia Hukum Para Personel Militer Terkait Pembunuhan Warga Sipil -Pengadilan perdamaian khusus Kolombia pada Selasa menuduh seorang jenderal, sembilan personel militer, dan seorang warga sipil mengeksekusi 120 pemuda sipil dan secara keliru menyebut mereka sebagai korban pertempuran. Ini adalah dakwaan pertama di mana Yurisdiksi Perdamaian Khusus (JEP) menuduh anggota tentara Kolombia menjadi bagian dari skandal “positif palsu”.

Di mana warga sipil yang dibunuh oleh anggota tentara diidentifikasi sebagai gerilyawan tewas dalam pertempuran. Pengadilan Khusus Perdamaian Kolombia (JEP) telah memberikan hukuman bagi belasan personel militer terkait pembunuhan ratusan warga sipil yang terjadi di wilayah Karibia Kolombia.

Pasalnya kasus ini terkait dengan polsitif palsu yang dilakukan anggota tentara dan menyebabkan kematian warga idn poker mobile sipil. Pada minggu lalu, JEP juga sudah menjatuhkan hukuman pada 10 personel militer lain yang sudah mengakibatkan tewasnya ratusan warga sipil dan hilangnya puluhan orang yang lantara dianggap sebagai kelompok gerilya.

1. Kasus positif palsu menyebabkan tewasnya 127 warga sipil

Pengadilan Khusus Perdamaian (JEP) resmi menjatuhkan hukuman pada dua kolonel dan 13 personel militer atas kasus positif palsu. Insiden yang terjadi di wilayah Karibia Kolombia tersebut diketahui sudah menyebabkan tewas dan hilangnya 127 warga sipil.

Keputusan ini akan menjerat 15 personil militer tersebut dengan hukuman kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan atas kasus positif palsu. Akibat tindakan positif palsu menyebabkan ratusan warga sipil tewas lantaran tentara menuding warga sebagai anggota kelompok gerilya.

Bahkan JEP menemukan adanya pola kriminalitas makro dalam aksi anggota militer dan kelompok paramiliter untuk merayu pemuda dan kemudian membunuh mereka. Lalu tentara mengaku apabila sudah membunuh anggota gerilya dan melaporkan warga sipil tersebut sebagai lawan yang tewas agar mendapat hadiah serta insentif dari atasannya, dilansir dari laman The Rio Times.

2. Serangan juga berdampak pada kelompok suku pribumi

Di kutip dari El Pais, JEP juga menuding 15 tentara tersebut merupakan pihak yang seharusnya paling bertanggung jawab atas kasus pembunuhan dan hilangnya warga sipil. Insiden tersebut di lakukan oleh Batalion La Popa yang berbasis di Valledupar. Departemen Cesar antara 2 Januari 2009 dan 9 Juli 2005.

Bahkan insiden yang di komandoi oleh Letnan Kolonel Publio Hernán Mejía dan Juan Carlos Figueroa Suárez . Yang menargetkan beberapa kelompok suku pribumi yang bermukim pada area tersebut. Di ketahui Suku Wiwa dan Kankuamo menjadi dua kelompok pribumi. Dan yang paling terdampak akibat tindakan batalion tersebut.

Namun dalam investigasi mendalam di ketahui 87 persen dari operasi yang menyebabkan adanya pembunuhan dan hilangnya sejumlah warga sipil ini ada di bawah komando Kolonel Meija. Setelah jeratan ini, nantinya pihak militer akan memutuskan dalam waktu 30 hari untuk menerima fakta ini atau mengajukan banding.

3. Insiden positif palsu terjadi pada masa kepemimpinan Álvaro Uribe Vélez
e6xiwa wuaujyse 4b05e1ad11e871221e4135e0f2a9a211 23c4ace73ee7dbe3ceb9e36eeb307886 - Kolombia Hukum Para Personel Militer Terkait Pembunuhan Warga Sipil

Insiden yang melibatkan Batalion La Popa juga terjadi pada garnisun militer lainnya yang sedang di selidiki oleh JEP. Sementara dakwaan kedua pada minggu lalu terkait investigasi pembunuhan dan hilangnya warga akibat peperangan sudah memutuskan 10 personil militer dan satu warga sebagai tersangka pembunuhan 120 warga di wilayah Catacumbo antara tahun 2007-2008, di kutip dari El Pais.

Kasus positif palsu yang melibatkan pihak tentara yang berperang melawan gerilya FARC. Dan ELN mayoritas terjadi pada masa kepemimpinan Presiden Álvaro Uribe Vélez (2002-2010). Namun selama ini Uribe menolak terlibat dalam kasus ini. Lalu justru menduga kasus ini di sebabkan adanya manipulasi dari pengadilan. Serta organisasi HAm yang dekat dengan FARC.

Pihak JEP yang selama ini melakukan investigasi insiden tewas dan hilangnya warga sipil dalam konflik internal Kolombia ini. Menyebutkan jika terdapat 6.402 korban tewas. Proses pencatatan yang di lakukan JEP menggunakan nama dan nomor identitas korban. Yang di dapat dari laporan Kantor Kejaksaan Kolombia, Kementerian Pertahanan, serta organisasi HAM.

Mantan anggota gerilya dan militer yang harus bertanggung jawab dalam kejahatan perang. Kejahatan kemanusiaan ini di haruskan untuk mengakui perbuatannya. Hal ini untuk menghindari hukuman lebih dari 20 tahun penjara dan bertujuan mengurangi dampak pada korban dan keluarganya, di laporkan dari Al Dia News.

Tindakan itu di lakukan dalam upaya meningkatkan tingkat pembunuhan dalam pertempuran, sehingga tentara dapat menerima manfaat, termasuk bonus, imbalan finansial hari libur tambahan. JEP adalah sebuah pengadilan yang di bentuk setelah gerilyawan sayap kiri FARC menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintah pada 2016.

Pengakuan sejumlah anggota militer memungkinkan pengadilan untuk menghukum perwira tinggi atas eksekusi yang terjadi pada 2007 dan 2008 di wilayah Catatumbo dekat perbatasan dengan Venezuela.