BITCOIN

46 - Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu – Harga Bitcoin terus menguat sejak 21 Juli dengan kenaikan pada Senin (26 Juli) pagi WIB mewakili kenaikan harian terbesar dalam lebih dari enam minggu terakhir. harga Bitcoin kembali pulih pada Senin (26/7/2021), yakni melonjak di atas 39 ribu dolar Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak pertengahan Juni.

Kenaikan harga terjadi karena sentimen berubah menjadi bullish setelah terjadi aksi jual baru-baru ini. Cryptocurrency terbesar di dunia itu diperdagangkan di sekitar 38.567 dolar AS pada pukul 7:10 waktu AS di hari Senin, menurut data CoinDesk.

Kripto tertua di dunia itu sempat menyentuh level harga US$ 39.544,29. Mengacu data CoinDesk pukul 12.50 WIB, harga Bitcoin ada di  US$ 38.533,79 atau melonjak 12,16% dibanding posisi 24 jam sebelumnya. Dilansir dari idn poker android Itu berarti harganya naik hampir 12 persen dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin sebelumnya melonjak sebanyak 12 persen mencapai level tertinggi 24 jam di 39.544 dolar AS, level tertinggi sejak 16 Juni.

1. Harga crypto lainnya juga naik
ethereum 30b752cbeed570e0ca88379f96b27013 e6b46b4e11ed2801fbaadd24e13bad3c - Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

Reli atau kenaikan harga Bitcoin mempengaruhi harga cryptocurrency lainnya dengan Ether naik 8,7 persen menjadi 2.345 dolar AS.

Kapitalisasi pasar cryptocurrency secara keseluruhan naik lebih dari 100 miliar dolar AS dalam 24 jam, menurut data dari Coinmarketcap.com.

2. Harga Bitcoin pulih
bitcoinnnn 03881dac954750c147bdca16e6eeebfd - Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

Reli tersebut terjadi setelah harga Bitcoin baru-baru ini turun di bawah 30 ribu dolar AS setelah terjadi aksi jual global dalam saham. Kondisi ini sempat memicu kekhawatiran bahwa harganya bisa jatuh lebih jauh.

“Saya pikir kami melihat periode akumulasi sekitar 29-30 ribu, menunjukkan bullish dan potensi pergerakan menuju 40 ribu dolar AS untuk Bitcoin,” kata Vijay Ayyar, kepala pengembangan bisnis di bursa cryptocurrency Luno.

3. Berita yang mempengaruhi cryptocurrency
2021 01 28t140454z 110273019 rc22hl9tk9ms rtrmadp 3 crypto currency crime b338093f5a6f5d6f6e899d113b917cc5 - Harga Bitcoin Kembali Pulih Tembus Menjadi US$39 Ribu

CEO Twitter Jack Dorsey, CEO Tesla Elon Musk dan CEO ARK Invest Cathie Wood baru-baru ini berbicara mengenai cryptocurrency dalam konferensi Bitcoin “The B-Word”. Dalam kesempatan itu, Musk mengatakan bahwa Tesla kemungkinan akan mulai menerima Bitcoin. Untuk pembelian kendaraan listriknya lagi karena sejumlah besar penambangan Bitcoin telah beralih ke energi terbarukan.

Sebelumnya pada Mei, Tesla menangguhkan pembelian kendaraan menggunakan Bitcoin. Karena kekhawatiran atas penggunaan bahan bakar fosil yang meningkat pesat untuk penambangan Bitcoin.

Penambangan atau mining Bitcoin adalah proses intensif energi untuk menciptakan koin baru, yang melibatkan pemecahan masalah matematika yang kompleks. Daya komputasi yang di perlukan untuk melakukannya juga menghabiskan banyak energi.

Menanggapi ini, Alex Brammer dari Luxor Mining, kumpulan cryptocurrency yang di bangun untuk penambang tingkat lanjut. Mengatakan pembicaraan para tokoh itu memberi efek pada harga Bitcoin.

“Hari perdagangan China telah di buka, dan pembicaraan Elon/Jack/Cathie sangat bullish,” katanya, menurut CNBC.

Berita baik lainnya untuk Bitcoin datang dari Amazon. Raksasa e-commerce yang di dirikan Jeff Bezos ini sedang berupaya untuk menambahkan mata uang digital dan ahli blockchain ke tim pembayarannya, menandakan adanya minat dalam Bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Bagaimana Pergerakan Bitcoin di Masa Depan Ini Kata Analis - Bagaimana Pergerakan Bitcoin di Masa Depan? Ini Kata Analis

Bagaimana Pergerakan Bitcoin di Masa Depan? Ini Kata Analis

Bagaimana Pergerakan Bitcoin di Masa Depan? Ini Kata Analis

Bitcoin, mata uang digital atau cryptocurrency yang di luncurkan pada 2009 oleh orang tidak di kenal. Telah mengalami pergerakan harga yang volatil alias tidak stabil.

Sebagaimana di lansir dari acelaw.net, pada 2017, Bitcoin pernah menjadi berita utama setelah harganya melonjak 20 kali lipat dari awal tahun itu menjadi hampir 20 ribu dolar Amerika Serikat (AS) pada Desember.

Namun, euphoria itu terhenti ketika harga Bitcoin kembali merosot di bawah 5 ribu dolar AS pada Oktober 2018. Tapi setelahnya, pada 2018 sampai 2019 menjadi pasar yang bearish atau penuh kenaikan untuk cryptocurrency.

Di kutip dari IDN Poker APK, pada Desember 2020 harga Bitcoin kembali naik, dan bahkan tahun ini telah mencapai rekor tertinggi baru setiap bulannya pada Februari, Maret dan April. Lalu, bagaimanakah proyeksi pergerakan Bitcoin ke depannya?

1. Nilai bitcoin masih bisa lebih tinggi

Menanggapi lonjakan harga ini, sejumlah pengamat pasar seperti Jeffery Halley mengatakan ini sebagai momentum yang tak terhindarkan dari Bitcoin. Ia bahkan mengatakan nilai Bitcoin masih bisa lebih tinggi dari rekor terbaru terakhirnya yang ada di atas 60 ribu dolar AS.

“Saya tidak siap untuk mengatakan bahwa ini adalah puncak dari Bitcoin. Bitcoin bisa di perdagangkan hingga 100.000 dolar AS pada mania spekulatif selama beberapa bulan mendatang,” kata analis pasar senior di Oanda tersebut, mengutip Channel News Asia, Senin (19/4/2021).

2. Faktor penyebab kepopuleran Bitcoin

Steve Brice, kepala investasi di Standard Chartered Wealth Management, mengatakan pencetakan uang oleh bank sentral merupakan faktor penyebab populernya Bitcoin di kalangan investor. Di mana ketakutan akan penurunan nilai mata uang telah mendorong investor masuk ke cryptocurrency.

“Bank sentral di seluruh dunia umumnya mencetak banyak uang untuk mencoba menciptakan inflasi, mencoba menggelembungkan utang … Orang-orang khawatir apakah dolar atau euro atau sterling akan menjadi penyimpan nilai (store of value) yang baik di masa depan,” katanya.

Store of value adalah sesuatu yang tidak berubah nilainya, atau yang nilainya sedikit lebih tinggi, jika inflasi di perhitungkan.

3. Kejatuhan Bitcoin

Meski banyak yang yakin nilai Bitcoin akan terus naik, namun Brice khawatir perubahan harga Bitcoin yang dramatis akan mencegahnya menjadi penyimpan nilai yang andal.

“Mereka pikir mereka dapat menghasilkan uang dengan cepat, dan itu biasanya merupakan resep bencana,” kata Brice.

Hal yang sama juga di utarakan oleh Prof Duan Jin-Chuan, direktur eksekutif di Asian Institute of Digital Finance, National University of Singapore.

“Kami telah melihat secara historis begitu banyak instrumen spekulatif … Mereka akan naik, dan mereka akan memiliki ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya, mendorongnya untuk beberapa saat, lalu runtuh,” jelasnya.